rintih istriku dan sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa menembus makin dalam liang vagina nya. rintih istriku,Beeeuuuuzzzaaarrrr ..aaaaammaaaaatt tt.paaaakkkkk? Bokeb tanyaku. terdengar kata Pak Diran menyebut istriku Jeng. kata istriku mengagetkanku.Tapi lidahku kelu, tak dapat berbicara.Maass kan tak bisa memuaskanku, sedangkan aku pingin sekali, Pak Diran bisa mengurangi nafsuku, mas, bolehkan. Aku tak menjawab dan merekapun tahu kakiku terkilir karena celanaku berlepotan tanah.Akhirnya akupun dipijat oleh Pak Diran dan memang agak berkurang sakitnya. Apanya yang masuk, Jeng ..???? uueeeeenaak Bu Enii ?!!!!! ..!!!! ..!!!! Dibalik badannya, Jeng.!!!! jaaangaannnn. kata Pak Diran dan tangan kanannya meraih tas plastiknya dan kuingat Mbah Muklis, dan Pak Diranmembuka bungkusan yang berisi sarung keris sebesar batang kemaluan orang dewasa tapi tanpa keris dan diletakkan diantara kedua kaki istriku yang terkangkang tanpa sepengetahuan istriku.Pak Diran berdiri dan mendudukkan istriku dan Pak Diran kemudian duduk bersila di belakang istriku, Pak Diran memijat tengku istriku




















