Karena selalu mengisi bak mandi, badanku jadi berisi.Kak Tina selalu membangunkan aku setelah dia memasak air. “Iya Kak”, Jawabku pasrah. Bokeb Jahat, masak cuma dia yang boleh tahu hal-hal semacam itu. Aku tetap memegang dadanya, sampai aku tertidur dengan damai. Sudah bisa dapat anak”. Lalu siapa? Sedang Kak Tina ke dapur. Dengan segera Bu Rochim membawanya ke dokter. Astaga, memang basah! “Mimpi basah?”. Hanya itu saja. Bolak-balik saja aku di samping Kak Tina. Seerr, darahku semakin berdesir. Sehingga waktunya cukup banyak untuk membaca. “Ya”
“Kalau begitu, duduklah di pangkuanku”Aku kaget, tapi tanpa berkomentar aku lalu duduk di atas pahanya. Duduk di sini saja”. “Kak, Saya bisa pinjam nggak?”. Sejak malam itu, setiap malam aku melakukan hal itu. Dia suka membaca. Terkadang kupikir Kak Tina tahu, tapi dia membiarkan saja.




















