Kalau sudah begitu, aku yakin pasti air matanya merebak.*******Sepekan sudah aku ke luar kota. Motorku sudah sampai di tempat isteriku mengaji. Bokep Asia Beberapa menit setelah kepergian dua ukhti itu, kembali melintas ukhti-ukhti yang lain. Aku terlalu sibuk memperhatikan kekurangan-kekurangan isteriku, padahal di balik semua itu begitu banyak kelebihanmu, wahai Maryamku. Hati ini menjadi luruh. “Alhamdulillah, jazakallahu…,” ucapnya dengan suara mendalam dan penuh ketulusan.Ah, Maryamku, lagi-lagi hatiku terenyuh melihat polahmu. Entah kenapa hati ini tiba-tiba saja menjadi rindu padanya. Kuperhatikan ada inisial huruf M tertulis di sandal jepit itu. Entah kenapa hati ini tiba-tiba saja menjadi rindu padanya. Selalu saja, kalau tak keasinan, kemanisan, kalau tak keaseman, ya kepedesan!” Ya, aku tak bisa menahan emosi untuk tak menggerutu.“Sabar Bi, Rasulullah juga sabar terhadap masakan Aisyah dan Khodijah. Ucap isteriku kalem.“Iya. Di depan pintu kulihat masih banyak sepatu berjajar, ini pertanda acara belum selesai.




















