“Arrrgghh.” Aku sudah gelap mata. Saat itu ia tampak sangat cantik, sebegitu cantiknya hingga jantungku berdegup kencang setiap kali bertatapan dengan matanya. Bokep Jepang Paul Anka? Lalu aku terbang ke alam fantasi. “Jangan ! Beberapa jam yang lalu aku masih melihat tawa di wajahnya, senyumnya. Tapi akhirnya kutekan pedal gas dan melajukan mobil menuju rumahku.“Well, home sweet home,” ucapku setelah menghentikan mobil di tepi trotoar. Waktu membawa keheningan. Aku tahu.”
“Aku sedikit kasar. Kubungkukkan punggungku, meraih puting buah dadanya dengan bibirku. Jemarinya bergerak lagi. “Jangan ! Di sini. Sampai akhirnya aku merusak suasana dengan pertanyaanku.“Stop!” serunya, membuyarkan lamunanku. Kini keinginanku menjadi kenyataan. Kupejamkan mataku, menghisap buah dadanya, dan memainkan jemariku. Sedikit gusar aku melangkah mendekatinya, lalu menarik sebelah pahanya. Ia masih menatapku tanpa berkata apapun.




















