Dengan erat aku dekap pinggangnya dan kamipun kembali berciuman namun tetap saling melumat bibir kami masing-masing.Lama kami melakukan hal itu setelah beberapa kali merubah posisi kami. Dan seperti biasa om Reza bangun namun sebelumnya dia mengecup keningku “Cantik.. Bokep Jilbab/Hijab aaaaggghh..” Nikmatnya kontol om Reza mungkin karena ukurannya lebih gede dari kontol Galih anaknya.Nafas om Reza semakin memburu dan akupun ikut bergerak di bawahnya “OOuuggh.. Dan benar saja hari itu Galih menemuiku bukan untuk jalan bareng tapi meutuskan untuk meninggalkan aku.Aku tidak mempercayainya tapi dia beralasan kalau dia akan sibuk belakangan ini. Dari rumah aku dandan cukup rapi dan berangkat menuju tempat janjian kami.Sampai di sana aku lihat Galih sudah duduk di satu kursi cafe itu “Mau pesan apa?” Katanya dan aku hanya tersenyum walau dalam hati aku merasa ada yang aneh dengan sikapnya, biasanya dia sudah tahu minuman kesukaanku dan biasanya sudah ada di meja sebelum aku




















