Seketika semilir angin malam yang dingin menyergap kabin mobil, diimbuhi aroma laut yang khas langsung menggelitik indera penciuman. Bokep Family Kujaga kecepatan dengan konstan.Samar di lautan, pendar lampu perahu nelayan terlihat seperti kunang-kunang. Entah angkatan 45 atau Balai Pustaka. Diimbangi cukuran rambut cepak, banyak yang mengira aku seorang angkatan. Wajahnya ternyata cukup menarik, kulitnya putih dan hidungnya lumayan bangir. Sebuah kombinasi simfoni yang menentramkan jiwa.Sekilas kulirik Jam digital di dashboard mobil, sudah menunjukkan pukul 21.30 WIB. Bahkan posturnya sedikit lebih tinggi dibanding bapak itu. Entah angkatan 45 atau Balai Pustaka. Kulihat bapak itu sedang berdiri dan menyeka keringat di dahi dengan punggung tangannya.Aku pun menyapanya, “Assalamualaikum, Mobilnya kenapa pak?”“Waalaikumussalam, Oh ini pak, saya gak ngerti tapi tadi sempat mati-mati mesinnya di jalan.




















