Detak jantungku mulai kencang.Bergemuruh. Bokep Tante Hampir setiap hari Tia datang ke kost ku, mulai dari hanya sekedar ngobrol di kamar, jalan-jalan ke mall atau bahkan nongkrong di kafe. Aku hanya tersenyum dalam hati. Kami bertiga hanya duduk terbengong-bengong menatap keluar jendela. Tentu saja dia cemberut sampai mukanya dilepat-lipat jadi tujuh.Sesekali aku hanya bisa mencuri-curi pandang ke arah Evi yang matanya juga tidak pernah lepas menatap setiap gerak gerikku dan Tia. Tiba-tiba aku menangkap sorot mata Evi yang begitu marah, menghujam di hadapanku. Aku malah jadi geli melihat Evi cemberut kecewa.Untuk long weekend minggu depan kami, teman-teman satu kantor berencana refreshing ke suatu tempat di pinggiran kota Cirebon. Aku geser posisi dudukku mendekati Evi. Aku tau pasti, Evi pasti marah dan cemburu melihat kedekatanku dengan Tia. Akhirnya aku temukan Evi sedang duduk seorang diri di teras bungalow.




















