Maklum ini jualan besar.Begitu bersua, Hani langsung teriak GOAL mereka saling berpelukan sementara aku bengong saja melihat mereka bertiga meluapkan kegembiraan. Denisa tidak percaya.kalau gak percaya lantas mau minta bukti apa, tanyaku balik.Denisa terdiam, karena dia tidak punya cara membuktikan soal doping.Murni membelaku dengan mengatakan bahwa kuncinya adalah, meditasi sebelum pertempuran tadi. Bokep Montok Porperty yang ada disekitar apartemen ini harganya sudah melonjak 100 persen dibandingkan setahun lalu. Wah Hani kelihatannya kehabisan akal menanggapi serangan si jelek yang tajir itu. Di kantor, ternyata Denisa dan Murni menunggu kami. Akhirnya kami berempat menyewa apartemen yang cukup luas. Kata dia calon prospeknya kelihatan jelalatan, dia takut dijebak.Aku memang sedang tidak ada prospek, kalau gol, gua dapat komisi juga ya, godaku.Ah lu perhitungan amat, minta ditemani aja, pakai nuntut komisi, katanya.Aku sebenarnya bercanda menggoda dia saja.




















