“Perlu teman nggak..?” dia langsung menawarkan diri.Aku tidk bisa langsung menjawab. Aku memandangi bercak-bercak darah yang mengotori sprei sambil memeluk tubuh Reni yang masih polos dan sesekali masih terdengar isak tangisnya.“Maafkan aku, Reni. Bokep Barat Bahkan tanpa malu-malu lagi meletakkan tangannya diatas pahaku.Tentu saja aku sangat terkejut dengan keberaniannyayang kuanggap luar biasa ini.“Sendirian aja nih .. Wajah gadis itu masih terus membayang dipelupuk mata. Padahal baru malam ini aku datang ke klub karaoke ini dan bertemu dengannya.Semula aku memang canggung, Tapi lama-kelamaan jadi biasa juga. Dan rasa terkejutku seketika lenyap oleh desakan gairah membara yang begitu berkobar-kobar. Reni mengajakku keluar meninggalkan klub karaoke. “Kenapa?” tanyaku sambil menciumi bagian belakang telinganya. Meskipun dia kemudian menangis setelah semuanya terjadi, Dan aku sendiri merasa menyesal karena aku tidak mungkin mengembalikan keperawanannya. Istri sudah punya. Reni
menggeliat sedikit, tapi tidk menolak ketika aku membawanya kembali berbaring diatas ranjang.




















