Tidak salah nihh banyak sekali rupanya yang melamar pikirku menduga-duga sambil membuka pintu Aula yang dimaksud Bapak tadi. Kedua kakiku diangkat oleh si Abang sampai dengkulku menyentuh perutku. Vidio Sex Lalu ciuman Abang pindah ketelingaku.. Pendek saja si Abang mengangkat pinggulnya dan menekan kembali sudah membuat aku hanyut pada sesuatu yang entah apa namanya. Bangg.. Tidak sadar beberapa detik, akhirnya aku bisa melihat cahaya lagi.. Tidak ada yang membalas senyumanku, untunglah dibawah tadi ada 2 wanita receptionist yang ramah kepadaku, kalau mereka tidak ramah, mungkin aku sudah kabur pulang kataku dalam hati sambil tertawa kecil.Wah nambah terus nihh pelamar ketika kulihat ada sekaligus 3 orang wanita datang. Kamu setuju?” tanya si Abang mengagetkan aku.“Ehh.. Apa perlu sekarang Pak?” tanyaku dengan muka yang merah, untung si Abang tidak melihat perubahan mukaku.“Tadi kan saya bilang juga.. Yang diluar tadi Pak?” tanyaku.“Bukann.. Terus.. Tapi aku butuh uang untuk meneruskan kehidupan aku




















