Asap dupa segera memenuhi ruangan kecil itu.“Siapa namamu, Cah Sara?”tanyaku tanpa memandangnya, tetap sibuk melakukan persiapan.“Juminten, Kakek” katanya. Murid? Film Porno Matanya tertutup rapat dan mulutnya juga terkatup rapat. Nafsuku tambah naik:
“wis, wis” kataku menenangkan:
“ora susah bingung. Kubentangkan paha kiri dan kanannya sehingga dia duduk mengangkang di mejaku. “Tenang Cah Sara..tenang.. aku baru sadar bahwa salah satu syarat untuk menjadi dukun yg sukses bukanlah terletak pada ilmunya (yg aku tidak percaya sama sekali), namun pada kemampuannya untuk meyakinkan pasien. ”Si cantik itu menjawab pelan, tetap menunduk Sara:
“empat belas tahun, Kakek”. Ku lihat matanya terbeliak heran, namun segera meredup dan dia menghela nafas:
“inggih Kakek, sakkerso (terserah) kulo nderek kemawon (saya ikut saja)”.




















