Bahkan, kalau sedang tiduran di samping Mbak Dewi pun, Mas Toto sengaja menyimpan handphone-nya di bawah bantal, agar dering atau vibrasinya tidak terdengar istrinya.Pernah suatu ketika, lewat SMS Mas Toto memberitahu kalau dia mau ‘main’ sama Mbak. Dengan sedikit berjinjit Mas Toto masuk kamarku. Bokep Montok Maklum sudah tua, menjanda pula. Dia menantangku kalau mau mengintip permainan ‘bola’-nya. Seperti tidak percaya, aku mengenang kejadian beberapa menit yang lalu. Sebenarnya yang tadi hanya trik saja untuk ‘memancing’ Mas Toto masuk ke kamarku.“Lembut banget Lita..,” bisiknya lirih. cret..” cairan putih kental menghujam perutku.Aku masih telentang ketika Mas Toto mengenakan celananya. Mas Toto tidak sadar kalau tubuh yang dihimpitnya adalah tubuhku, adik iparnya, bukan Mbak Dewi istrinya. Tapi sudahlah.Hari-hari berikutnya, kami masih sering ber-SMS ria. Bahunya yang lebar mendatar ditambah dadanya yang bidang membuatku ingin segera menggelayutinya manja. Entah kenapa, Mas Toto belum juga menjamah bagian paling peka dari tubuhku.




















