Aku memang tak mengerti dgn kekecewannya. Untuk pertama kalinya, aku melihat sosok badan sempurna seorang perempuan dalam keadaan tanpa busana. Bokeb Namun dia tak sendiri. Berulang kali dia menuntun tanganku ke dadanya yg kini sudan polos.“Ayo dong, jangan diam saja..”, bisik Lidya disela-sela tarikan napasnya yg memburu. Dia masih melingkarkan tangannya ke leherku. Namun sama Sekali aku tak bisa apa-apa. Semakin dekat saja jarak wajah kami. Sabar sekali dia menuntun jari-jari tanganku untuk meremas dan memainkan bagian atas dadanya yg berwarna coklat kemerahan. Dia masih melingkarkan tangannya ke leherku. Tak ada yg istimewa. Tiba-tiba saja Lidya. Aku merasakan betapa halusnya kulit paha perempuan ini. Aku suka kalo tidur sembari memeluk Ibu, Mbak Lisa atau Mbak Indira.




















