“Emm..” aku tidak berani bilang kalau aku merasa sakit. Bokep Mama Erik melepaskan kemejanya dan celananya, masih memandangiku. Aku pun mengikuti permainannya, sedikit takut, sedikit ingin tahu. Erik melihatku dengan penuh nafsu. Hanya sisa-sisa gaunku-lah yang masih menyembunyikan bagian-bagian tubuhku sedikit. Kami bertiga sangat bahagia.Aku tidak ingat, bagaimana aku bisa sampai di panti asuhan itu. Aku akan melakukan apa saja yang kau perintahkan, asal kau tidak membenciku.” Aku masih terisak. Aku pun hanya bisa tertawa, aku pun menetujuinya. Bosan dengan posisinya, Erik membalikkan posisi tubuhku menjadi telungkup. Aku berteriak. Kemudian berteriak,
“Kenapa??!! Maria” Erik melemparkan senyum yang berbeda dari kemarin. Erik bersama seorang wanita yang sangat cantik, berambut panjang, kulitnya pun sempurna. Kedua orang tuaku meninggal karena kecelakaan ketika aku berusia 11 tahun. Erik menciumi diriku yang bergetar hebat dengan sedikit paksa.




















