Tambah lama bertambah cepat, membuat tubuhku tersentak-sentak ke atas. Bokep Ayah tiriku semakin ganas menyodok-nyodokkan kemaluannya ke dalam kewanitaanku. Aku merasa mual dan berkali-kali muntah di kamar mandi. “Don… Ouuhhh… Ouuhhh…” rintihku saat tangan temanku sedang asyik menjamah buah dadaku.Tak lama kemudian tangannya setelah puas berpetualang di buah dadaku sebelah kiri, kini berpindah ke buah dadaku yang satu lagi, sedangkan lidahnya masih menggumuli lidahku dalam ciuman-ciumannya yang penuh desakan nafsu yang semakin menjadi-jadi. Bales budi dong!”“Iya, Rio. Melihat aku yang sudah tergeletak pasrah, memberikan rangsangan yang lebih hebat lagi pada Rio. Aku bingung, apa status anak dalam kandunganku ini. Bales budi dong!”“Iya, Rio. Matanya terbelalak melihatnya. Tapi cekalan tangan Rio jauh lebih kuat, membuatku tak berdaya. Ayah dan kakak tiriku itu sama-sama menghunjam tubuhku yang tak berdaya dari kedua arah, depan dan belakang. Itu kan sudah terjadi”, kata ayah tiriku menenangkan aku yang terus menangis dalam dekapannya.“Tapi,




















