Dia menghisap kuat batang penisku sambil terus dikulum, menggoyangkan kepalanya ke kanan dan kiri, menaik-turunkan kepalanya sangat cepat. Klakson dari mobil belakang menyadarkanku akan kemacetan yang sedikit terurai di depan.“Kakak ih, jadi malu kan,”kata Reza setengah berteriak.“Malu sama siapa? Bokeb kami berciuman sambil berpelukan. Lucu deh kayanya,” Aku menyambut tangannya,halus, putih, begitu pikiranku ketika pertam menyentuh tangannya.“Oooh……, Reza Lawang Sewu, nama panggungku itu”“Hahaha, ada ada aja deh, oh iya aku Jhony, panggil aja Jhon” sambil menyudahi acara jabat tangan yang lumayan lama.Setelah berbasa basi sejenak, speak speak iblis pun meluncur manis dari bibir tipis tak berdosa ini, setelah bertukar nomer telfon kita janji kalo ada kesempatan kita akan ketemu lagi. . Kulihat layar handphone ku,Dari : Reza Biduan
Isi : maaf baru bales, ini baru sampe rumah, tadi lagi di jalan pulang sama yang lain.Dan, yes, kubalas smsnya, akhirnya kami pun smsan sampe larut malam.




















