Ah. Atau kesialan, karena ia masih mengangkat tabloid menutupi wajah? Bokep viral Atau jangan-jangan ia tidak masuk ke salon ini, hanya pura-pura masuk. Aku kegelian menikmati tangannya yang menari di atas kulit punggung. Untung ada tissue yang tercecer, sehingga ada alasan buat Hawin.Ia mengambil tissue itu, sambil mendengar kabar gembira dari wanita yang menunggu telepon. Badannya berbalik lalu melangkah. Tetapi, bayangan itu terganggu. Membuka celanaku dan bajuku lalu gantung di kapstok. Aku jelas mendengarnya dari sini.Kembali ruangan sepi. Hari itu memang masih pagi, baru pukul 11.00 siang, belum ada yang datang, baru aku saja.Aku menanti dengan debaran jantung yang membuncah-buncah. Cuaca ibu kota membuatku panas saat menaiki angkutan umum, bentar lagi sampai di kantor, dan aku berdiri di pintu untuk mendapat angin masuk kedalam angkot, pekerjaan di kantor aku kerjakan di rumah supaya cepat selesai dan tidak menumpuk, sambil ngalamun aku di bentak ama seseorang untuk menutup jendela




















