Yang lebih mengejutkan ternyata orang itu adalah Parjo yang sedari tadi memperhatikan diriku saat mematut diriku di depan cermin.Belum sempat hilang rasa terkejutku, Parjo sudah mendatangi dan langsung memeluk tubuhku. Untuk menutupi rasa bersalahku sekaligus menuntaskan apa yang tadi telah dimulai oleh Parjo, malam itu aku mengajak suamiku bermain cinta. Link Bokep Oughh” mulut Parjo terus memintaku mempercepat putaran pantatku. Mau pulang bareng enggak?” kata suamiku lagi. Aku masih sangat lelah hingga tak mampu lagi berkonsentrasi dengan pekerjaanku. Kira-kira pukul 18.00, Ida mendatangi ruanganku dan mengajakku pulang bersama-sama, namun aku yang masih harus menyelesaikan beberapa laporan memintanya untuk pulang duluan, sehingga praktis di kantor hanya tinggal aku sendirian. Parjo berlutut di belakang tubuhku yang membelakanginya.




















