Meluncur Turun Di Batang Keras Yang Baru Saja Ia Hisap Hingga Puas

Karuan aja aku jadi deg-degan…“Gerbang depan udah di kunci, mas”, sebuah suara membuyarkan lamunanku. Aku bengong sesaat, tapi segera menganggukkan kepalaku. Bokeb Gara-gara Pak Min nih. “Oh, rapat lagi ya bu di Jakarta?”, tanyaku asal-asalan. Pekerjaannya sangat sederhana yaitu merekam lagu, membuat iklan radio, dan mempersiapkan segala hal yang sifatnya off-air. Napas Mbak Titis semakin memburu. “Iya, Bu”, jawabku cepat sambil mengalihkan pandanganku. “Siap Pak”, jawabku sambil berlagak kayak prajurit. Perlahan aku berjalan ke dapur sambil berharap cemas. Sesekali aku mendesah sambil menyebut Ibu Titis. Kagetku berangsur pulih, aku mengangguk sambil berusaha menenangkan diri. Siapa tau Mbak Titis minta ditemenin. “Kapan-kapan, kalo mbak pengen, Dimas mau ya nemenin Mbak lagi?”
“Mmmmm… Siap Mbak! “Siap Pak”, jawabku sambil berlagak kayak prajurit. “Oh, rapat lagi ya bu di Jakarta?”, tanyaku asal-asalan. Tangan kirinya mencengkeram tangan kiriku yang bermain di teteknya dengan sangat kuat.

Meluncur Turun Di Batang Keras Yang Baru Saja Ia Hisap Hingga Puas

Related videos