Astaga, memang basah! Bokep Jilbab/Hijab Hanya itu saja. Saya belum pernah Kak Tina ijinkan membacanya”. Aku nyaris tak percaya. Entah ide dari mana, pelan-pelan tanganku menyentuh dadanya. Sesampainya di rumah keadaan memang sangat sepi. Aku tak protes. Kuambil Nick Carter. Kubaca bagian depannya, aku memutuskan untuk tidak tertarik membacanya. Terkadang kupikir Kak Tina tahu, tapi dia membiarkan saja. Aku mengintip dari kaca nako.Ya ampun! Tapi memang celanaku basah sekali. Tanda kamu sudah dewasa”. Dapat kurasakan kehangatan dada perawannya. “Mimpi basah?”. Bu Rochim pulang.Serentak kami berdiri. Seerr, darahku semakin berdesir. Pasti dia tak sadar kalau tanganku tanpa sengaja telah terlempar ke tubuhnya. Aku tak punya keberanian untuk membongkar paksa.Suatu malam, setelah aku kelas tiga, setelah hampir dua tahun di rumah Pak Rochim, aku sedang tidur dengan Kak Tina di sebelahku. Kuingat cerita Nick Carter yang kubaca beberapa waktu yang lalu.




















