Wajahnya melukiskan kebahagiaan dan ketenangan. Kuangkat telapak tangan di mataku, menariknya ke depan sehingga pipi gadis itu menyentuh pipiku. Film Porno Ada apa? Sebagai seorang kekasih dan seorang teman, tidak seharusnya ia meninggalkan Chie seperti ini, dan sekedar meneleponku untuk menyampaikan, “Ray, maaf aku tidak bisa ke rumah Chie. Aku, aku? Selamat ulang tahun..!” Jay memukul kepalaku dengan sisi organizernya. Matanya menatapku saat aku keluar dari kamar. Chie lalu bercerita pada Jay mengenai acara pernikahannya dengan anak rekan bisnis ayahnya dari Australia untuk menyambung eksistensi bisnis peninggalan ayahnya. Aku sendiri juga heran, kenapa setelah saat itu Chie tidak mengandung anakku. Sayang. “Hihihi, ada Ray.” Chie mencondongkan kepalanya ke depan dari balik pagar dengan sikap manja. “Aku besok ujian, Chie.”
Kulihat jam dinding yang menunjukkan pukul 23.30 malam. Aku tahu ia masih perawan. Benarkah? “Chie akan menikah enam bulan lagi.”
Ah? Ada apa? Demi Tuhan. Waktu itu Jay juga sedang mengejar




















