Sarah sepertinya bukan cewek yang tepat untuk diajak ngapa-ngapain, dia mah penginnya roman-romanan aja,” kataku mengakhiri penjelasanku.“Kamu ini ngomongnya terlalu terus-terang ya?” Nada Mbak Viona sudah mulai normal kembali.“Ya buat apa ngomong mbulet. Bokep Mom store di mall itu. Akhirnya aku mengerti, rupanya Mbak Viona tahu kalau aku diam-diam sering memperhatikan dia.“Yah .. store di mall itu. Yang jelas, sudah aku bilang bahwa aku nggak pacaran sama Nita.”Aku sama sekali tidak bohong pada Sarah, karena aku sama Nita memang sudah punya komitmen untuk ‘tidak ada komitmen’. Akhirnya kami jalan bersama sambil ngobrol soal-soal ringan yang lain. Setelah itu diangkatnya kaosku, dilepaskannya sehingga aku bertelanjang dada. “Cowok di mana-mana sama aja, banyak bo’ongnya.”“Ya terserah kamu sih kalau kamu nganggep aku bohong. “Adik-nya jurusan roman-romanan, Mbak-nya jurusan … “ Aku tidak melanjutkan kata-kataku, tangan Mbak Viona sudah lebih dulu memencet hidungku. Lumayan gede dan kelihatan menantang kalau dilihat dari samping,




















