Entah apa yang kurasakan saat itu. Tapi Anto ga ada. Bokep Arab Aku sendiri berusaha tidak mendengarkan sambil sibuk mengutak-atik komputer. Pelan aku mengimbangi gerakannya dengan menggoyangkan pinggulku maju mundur yang makin lama semakin cepat. Maklum kala itu aku masih belum sunat. Merasa nggak enak aku ingin segera pamit. Wajahnya lumayan cantik. Ternyata ia sudah menyiapkan makan malam untukku. “Permisi” terdengar suara wanita dari pintu depan yang membangunkanku dari lamunan. Setelah mengantar bi Sri keluar, bu Bambang duduk di sofa tengah sambil menghela nafas panjang. “Iya, papa mama ke jakarta, kebetulan bi Inah juga mudik” jawabku sambil duduk. Tak lama kemudian wanita itu muncul membawa segelas the hangat. Malahan ia menyuruhku untuk lewat pintu samping belakang soalnya pintu ama pagar depan rumahnya sudah terlanjur dia kunci. Nafas wanita itu mulai ngos-ngosan. Wanita itu menyambut baik. Tapi dia pasti marah besar” gumam bu Bambang.




















