Beberapa menit menunggu akhirnya ponsel yang dipegangnya berbunyi. Tak jarang mereka membantu Cinta untuk hal-hal penting, dengan imbalan beberapa jam kehangatan diatas ranjang. Film Porno Hanya suara-suara pengunjung cafe yang terdengar riuh disekitar mereka. “Yakin bisa nunggu?”. Tapi sebagai gadis yang sudah makan asam garam, ia tahu pembicaraan ini pastilah basa-basi belaka. “Hhmm.. Profesi ini sudah ia jalani cukup lama, hampir sejak awal ia mulai menyandang gelar sebagai mahasiswi. Beberapa helai rambutnya sudah nampak memutih menampakkan kematangan usia – kalau tidak boleh disebut tua. Cinta terkesan.“Oke sudah, yuk kita ke kamar”. Semenjak pertemuan mereka di hotel beberapa hari lalu, penilaian Cinta terhadap Om Ridwan sudah berubah.“Wah makasi lo Om”, Cinta berusaha akan kata-katanya terdengar gembira. Ekspresi kesal Rido disambut senyuman oleh Cinta. Itu sebabnya Felisia juga menjadi sedikit agak bebas dan liar dalam bergaul. Oh tentu tidak.Cinta bukanlah tergolong gadis yang berasal dari keluarga berkekurangan secara ekonomi.




















