Matanya terus terpejam, tapi ia tak lagi berontak.. Bokeb Kedua tangan mega mencengkram kepalaku, ia merintih.. Mega menjerit lirih, mencengkram leherku… “ssakki.iittth..!” Aku terengah2, mataku mulai terbiasa dalam gelap… menatap tubuh kecil itu begitu indah.Aku melahap payudaranya dengan rakus, mempermainkan putingnya dengan lidah.. Lalu dengan sangat perlahan memeluk mega.. Mega menciumku dengan sangat bernafsu, lidahnya seperti menari dalam mulutku.. Menyentuh dinding kemaluannya.. Menciumnya lembut.. Mega terlihat gugup, menyadari tonjolan diselangkanganku semakin menggembung.. Tak kusangka2 ia menarik kepalaku mendekat..Mega mencium bibirku.. Aku semakin menggila dikuasai oleh nafsu yang semakin membludak.. Karena kasihan dan menghargai masa kerjanya yang lama akhirnya kami mengiyakan walau sedikit ragu mengingat anak bi sariyem baru berumur 16 tahun. Aku menuntun tangan kecil mega untuk menyentuh kemaluanku.. Aku sudah berada di atas plafon merangkak hati2 berusaha untuk tak mengeluarkan suara sedikitpun, ketika mulai terdengar suara guyuran air di bawahku..




















