“Kenapa, Dian? Bokep Colmek Kusampaikan pesan orangtuaku dan orangtuanya pada Dian. Sekilas terbersit di pikiranku, ada kemungkinan Dian akan menanggalkan underwearnya dan hanya mengenakan pakaian yang aku berikan. Ngobrol dengannya benar- benar mengasyikkan. Aha!!! Rumahku, rumah pak Jono di belakang rumahku dan rumah pak Rahman di samping rumahku.Hujan turun semakin deras saat aku buka gerbang rumahku dan melihat Dian, anak gadis tertua pak Rahman duduk sendirian di depan rumahnya. Di SMU tempatnya bersekolah, ia dikenal sebagai sorang kembang sekolah.Karena aku pun kedinginan basah kuyup, sementara hujan semakin deras, aku pun berbasa-basi menawarinya untuk berteduh di rumahku. “Kenapa, Dian? Percayalah, mas bertanggungjawab. Kuciumi dia yang memukuliku. Sekilas terbersit di pikiranku, ada kemungkinan Dian akan menanggalkan underwearnya dan hanya mengenakan pakaian yang aku berikan. Tepat ketika kaos nya berhasil kusingkap, lampu kembali menyala. Percayalah, mas bertanggungjawab. Sebegitu asyiknya sampai dia tak canggung mencubit dan bersandar padaku sembari terpingkal2 menanggapi lelucon2ku.




















