“Mau ngocokin kontol gua nggak?” kata orang itu padaku. Bokep Cina Besar sekali, lobangku terasa terbelah. “Iya. Dan benar apa yang Bono katakan, kontolnya memang sangat besar. Aku tak perduli lagi apa yang terjadi, aku naik ke atas meja dan membalikkan batang kontolnya hingga kepala kontolnya menyentuh kulit sekitar bawah perut. Tak ada ekspresi apapun dari wajahku, aku antara takut dan suka dan juga cemas.Bukannya memasukkan kembali kontolnya, pria tegap yang aku taksir berumur 35-an itu malahan menggenggam batang kontolnya dan mengocoknya perlahan. Aku rasa dia sadar sekali aku memperhatikan kontolnya dan dia berbalik arah lalu menghadap ke arahku. “Nggak usah takut, kalo lo mau gua ada tempat. Dia melenguh keenakan sambil matanya terpejam, entah apa yang dia bayangkan. Aku menarik nafas dan tetap berjalan. Aku beranikan diriku untuk berhenti dan menatapnya.




















