“Aku bisa sendiri, kok!” Kata Han Han, “Beneran nih, mau ngajak mandi bersama? Adikmu itu, adik angkatmu itu, dia pun mencintamu, Han Han. Bokeb Aku hendak menyusulnya ke sana dan engkau…. Nirahai memejamkan matanya; Han Han menatap langit-langit. taihiap.. Ha-ha-ha, aku akan merasa bangga kalau ada selirku yang memenuhi selera seorang seperti sicu.”
“Terima kasih, ciangkun. Ahhh, Han Han, tak mungkin aku dapat memenuhi permintaanmu itu. Cepat lakukan perintahku!” Bentak Nirahai, karena saat ini ia sudah merasakan bahwa gelombang asmara akan datang lebih besar lagi dari sebelumnya dan ia ingin sekali bisa pada saat yang bersamaan si Han Han memuntahkan lahar panasnya. Sesaat Han-han menggigit lembut putingnya. Sudah begini lama, ia masih bisa bertahan! Masih belum cukupkah bukti dan pengorbanan itu?”
Han Han menarik napas panjang, hatinya penuh keharuan karena ia merasa sangsi apakah seorang pemuda berkaki buntung sebelah seperti dia, yang yatim piatu dan miskin, tidak mempunyai tempat




















