Baru 2 km dari rumahnya, aku memukul-mukulkan tanganku ke stir mobil ini. Hanya bosan. Bokep indo viral Tapi mengapa setiap ketemu dengannya aku selalu merasa membutuhkannya. Jam 6 pagi aku meninggalkan rumahnya. Tidak ada niat sedikitpun untuk menindak lanjuti pembicaraan kami. Tapi entah mengapa aku tidak tertarik padanya. “He eh.”
“Tunggu di sini sebentar.” Ia berkata itu lalu berjalan menuju kawan-kawannya. Ia memapahku berjalan menuju mobilku. “Aku sekarang ada di Lobby bawah, gimana kalau kita makan siang?”
“Sorry Fell, kemaren ada trouble di server di Singapore,” Aku menghela napas, “Ok 10 menit lagi aku ada di Lobby bawah.”Senang? Itu saja. Hanya beberapa kalimat “Black Label double” pernah kuucapkan sebagai komunikasi nyata antara aku dengannya.Malam itu malam minggu. Sangat berbeda dengan ketika kukenal ia 2 tahun yang lalu. Itu saja. “Hey, kenapa lo?”
“Hhh, nggak apa-apa,” jawabku sambil berusaha berdiri dan menegak-negakkan badan.




















