Ia kelihatan jengah dan menghindari tatapanku. “Ahh Mas Anto ini ada-ada saja”. Bokep Barat Tabat Barito ya!” pujiku. Tubuhku mengejang dan aku menekan tubuh Della hingga semakin tubuh kami semakin merapat. Setelah kutanyakan kepadanya ternyata benar dan ia sudah bekerja di Balikpapan selama lima tahun. Akhirnya dia setuju dan mukanya menjadi cerah. Sayang, rupanya tempat duduknya kemudian diambil orang yang berdiri dan mengobrol dengan teman yang duduk di sebelah wanita tadi. Kuharap dia mempersilakanku masuk, namun Della hanya mengucapkan terima kasih kemudian selamat malam dan menutup pintunya. Belum Mas, mataku tidak bisa terpejam. Tubuh kami menggelinjang dengan hebat, kami berteriak dan tidak perduli jika ada orang lain yang mendengarnya.“Akhh.. Aku mengambil satu kaleng tapi tidak kubuka, hanya kupegang-pegang saja.Entah bagaimana awalnya, tangannya tiba-tiba sudah kupegang dan kutarik dia ke pangkuanku. Aku mengedarkan pandanganku. Aku sudah tidak peduli dengan penumpang di sampingku.




















