Dgn mata yg masih terpejam, wanita itu menurutinya. Aku angkat telepon itu dan terdengar suara perempuan.“Mana utang lu?!” tanpa ucap salam atau basa-basi.“Maaf, tante, udah seminggu ini aku sakit, jadi ngga bisa keluar rumah.” aku mencari alasan padahal aku gak punya uang.“Emang sakit apaan?” tiba-tiba ada yg menepuk pundakku dari belakang.Ternyata si tante itu sdh ada di belakangku. Bokep Asia Creett…! ”Auw! Bisa dibunuhnya aku.” aku kaget.“Siapa bilang jg aku punya suami?”“Maksud mbak Hesti?”“Ya aku udah pernah nikah, tp sdh cerai.”Makanan yg dipesan pun datang, kami pun melanjutkan percakapan sambil makan.“Nah, kamu sendiri udah punya pacar belum, Jar?” tanya Mbak Hesti.“Belum, mbak, ini jg lagi nyari. Aku pun langsung mengenakan celana seragam abu-abu yg tercecer di lantai.“Sdh mau pulang?” tanya cewek itu.“Iya, tante.”“Nikmat ngga?”“Nikmat banget, tante.” jawabku sambil meringis.“Sini bayar!” cewek itu menadahkan tangannya ke arahku.“Harus bayar ya, tante?” tanyaku bingung.“Ya iya lah.




















