Kubuka mataku pelan-pelan. Link Bokep “A-apa?” tanyaku berdebar-debar. Kali ini dengan cepat kuangkat kembali tanganku dari pundaknya.“Mas Agus, maaf Indra ngantuk, mau tidur.” ucapku sambil berlalu.Keesokkan malamnya aku terbangun karena tak kuasa menahan rasa untuk buang air kecil. Aku tertunduk bisu. Kemudian Mas Agus menarikku ke dalam dekapannya. “Sebentar yah!” Mas Agus beranjak dari ranjang menuju pintu kamar kemudian menguncinya. Sementara aku yang semakin mengantuk, mendengar suara desahan-desahan Mas Agus yang kian menderu. Nih Mas Agus tunjukin badan Mas Agus.”Paman mulai membuka pakaiannya helai demi helai. Selain itu Mas Agus belum menikah padahal umurnya sudah hampir kepala tiga. Sebelum sepuluh tahun yang lalu aku hanyalah anak laki-laki biasa yang senang bermain bola di lapangan yang becek sisa hujan semalam atau berlari-larian mengejar layangan putus sampai ke kebun orang dan dimarahi sang pemilik kebun.




















