tapi kan udah telat!” balasku dengan sinis dan ketus.“Tenang bu.. Bokep Asia dikit lagi..”“Aah.. dikit lagi.. Pinggulku, perutku lalu naik ke atas lagi ke buah dadaku kiri dan lalu ke buah dadaku yang kanan.Tangannya yang terasa kasar itu terus menggosok dan menggosok sambil bergerak berputar seperti sedang memoles mobil dengan cairan kits. Kesibukannya membuat suamiku selalu jarang berada di rumah. Memang dalam hal keuangan saya tak pernah kekurangan. salah maksudnya Mbak Meryy, panggil saya Bang aja yach!” celetuknya meminta.“Terserah kamu saja ” kataku.“Sudah nggak capai lagi kan Mbak Meryy!” sahut supirku.“Memang kenapa!?” tanyaku.“Masih kuat kan?” tanyanya lagi dengan senyum binal sambil mulai meraba-raba tubuhku kembali.Saya tak memberi jawaban lagi, cuma menunduk malu, tadi saja saya diperkosanya malah membuatku puas disetubuhinya apalagi untuk babak yang kedua kataku dalam hati. Saya sudah bilang cepat keluar!” bentakku lagi dengan mata melotot.“Silahkan ibu teriak sekuatnya, hujan di luar akan melenyapkan suara ibu!”




















