Hanya bisa tertawa, kami berdua tertawa sejadi-jadinya melihat perbuatan kami tadi. Bokep viral Gimana?” balas ida.Ida mulai menaikan pinggulnya dan menurunkan celananya. Setengah jam sudah dan kopi di cangkirku hampir habis,“Gue ke kantor dulu, pulangnya mungkin agak kemaleman” ujar Nadia sambil mengenakan sepatu di ruang tengah.Kata-katanya tidak dapat ku hiraukan, seakan terbawa dalam lamunan banyak hal yang menghantui pikiranku, suara pintu depan kemudian menyadarkanku bahwa wanita yang menyapaku tadi adalah istriku. Nadia menyambutku dengan senyum penuh rasa sayang, ku rebahkan tubuhku disampingnya.“Da.,,gue mau,..minta maaf,..kalo gue udah kasar sama lo sejak kita nikah, padahal lo juga nggak tahu apa-apa kan?Sekarang gue ngerasa bersalah banget” ujarku“Biarin aja berlalu yang kayak gitu mah,…gak usah dipikir lagi, Nadia juga udah lupa……kamu juga makin hari makin asik….seneng aku” jawab ida.Saat itu terasa sangat panas, ku buka baju kaos ku dan tinggal memakai celana basket yang sejak tadi ku pakai.“Ribet banget nih selimut…”ujar ida




















