Tapi dengan menenangkan hatiku, aku bisa melewati malam itu tanpa mimpi buruk. Bokep STW “bentar lagi deh sayang”, balasnya sambil mengenyot puting kananku. “ayo dek Vina silakan masuk”, suara Mbah Centeng ketika aku turun dari mobil dan menuju teras rumahnya. “mau gak dek Vina kerja disini?”. Siangnya, aku bercerita kepada teman-temanku, dan mereka mengatakan kalau aku harus ke dukun. Mbah, nama mbah siapa?”. “dek Vina, jangan pulang dong”. “sip non, beres, non mau makan sekalian?”. “itu dia, supaya lo bertiga lebih deket,, lo berdua boleh ******* ama dia”. “coba dulu dah, nih gue kasih alamatnya”. Karena itu aku membatalkan rencanaku untuk pergi ke salon dan jadi pergi ke dokter. “ada apa mbah?”. gak ah, gue kan paling anti ama yang begituan”.




















