Dia duduk di kursi dan berpesan padaku, “Aku pengen liat dia disiksa, lu bisa pakai apa aja yang ada di sini”, katanya sambil menunjuk ke arah lemari.Minoru sudah tahu apa yang akan kami perbuat. Bokep China Mukanya murung, dia nampaknya terpaksa ke sini, dia tidak berani memandangi wajah kami, dia mungkin masih trauma.Tapi dia tidak berbeda dari kemarin-kemarin, masih tetap cantik. “Coba lu menari kayak penyanyi-penyanyi AKB48!”, perintahku.“Minoru ga pandai menari…”, katanya.“Eh… Melawan lu?!”, singgung Zenit sambil melotot. “Lu pengen man?”, tanya Zenit.“Kan itu namanya pesta bro…”, jawabku.“Hmm, gini aja deh…”, dia memberi solusi. Ku intip keluar sana, Minoru menggunakan motor matic Honda Beat sendirian ke sini. Spermaku berceceran di tangan dan bibirnya.




















