Ketika bencana itu terjadi, usiaku baru 24 tahun. Bokep Montok Leo berjingkat-jingkat menahan rasa sakit sambil misuh-misuh. Aku memang hanya sendiri. Udara dingin Puncak yang sejak tadi siang diguyur gerimis membuatku enggan bangun dari bathub. Matanya berbinar-binar. Gelora birahiku melonjak-lonjak. Juga wajah yang cantik, sayang kalau tidak dinikmati. Ha…ha..? galak juga, Leo. Lalu lelaki jangkung itu mencium bibirku dengan lembut menggigit bibir bawahku perlahan-lahan lalu menyodokkan lidahnya menyusuri benda-benda yang bisa dijangkaunya. Juga wajah yang cantik, sayang kalau tidak dinikmati. Dicumbunya kelaminku dengan lidahnya. Syamm…? inilah hartaku yang termahal, pikirku sambil membelainya.Tiba-tiba seseorang membuka pintu dari depan. Ia nampak misuh-misuh dan ingin memukulku tapi Syam mencegahnya.




















