Kamu kok bisa masak, to? Bokep Tante Kuuuuuunnn..sini Mbak Narsih berteriak memanggil. Cepat kupetik papaya di depan rumah ( padahal itu milik Lik Yanto, tetangga) kubelah pakai pisau. Ini, Mbak, belanjaannya. Tangan kiriku masih di lubang tempiknya dan terus mengorek-ngorek di kedalamannya. Aku sering disuruh Mbak Narsih mengambil gajinya di kantor Mas Pras. Aku pijit dengan ragu-ragu. Diciumnya bibirku. Dia diam membisu sambil menggigit bibirnya menahan sakit. Perutnya rata dan. Aku di Jogja, Mas Pras kerja di Semarang. Lubang duburnya kuusap-usap pelan, dari belakang kulihat bokong putih itu terangkat-angkat saat aku mengusap tadi. Rengkuhan tangannya begitu lembut penuh kehangatan. Wah. Aku heran kenapa pucuknya keras. Sakit telinga dan hatiku mendengar perintahnya yang kasar. sekarang mendengar suara Mbak Narsih nerintih dan menangis.




















