Aku merasa sudah tidak tahan lagi. Ia memapahku berjalan menuju mobilku. Bokep Barat “Anyway, apa artinya aku ini. Malah sebenarnya aku hanyalah Social Drinker yang hanya kebetulan agak terlalu social semalam. Sampai pagi. Rumah Felly?Belum habis keherananku, tiba-tiba ada ketukan di kaca jendelaku. Ia selalu sengaja memakai baju-baju kerja yang menonjolkan keindahan tubuhnya. Selalu saja kami gagal bubaran kalau kami saling bertemu. Ia selalu sengaja memakai baju-baju kerja yang menonjolkan keindahan tubuhnya. Kami mengobrol panjang lebar hingga tengah malam. “He eh.”
“Tunggu di sini sebentar.” Ia berkata itu lalu berjalan menuju kawan-kawannya. “Bilang aku sedang keluar kantor,” balasku di interkom, “Kamu ke sini sekarang, jangan lupa kunci pintu kalau masuk.”
“Ah, Bapak.”Indri sekretaris terbaik yang kumiliki. Matahari pagi begitu terik. Dan teringat Felly. Aku juga dapat sebenarnya. Ada apa sebenarnya dengan dirinya? “OK, sambungkan..!” Entah mengapa lidahku sulit diajak kompromi kalau sudah soal Felly.




















