Itukah sebabnya kamu diam saja mendengar selorohanku tempo hari? Menemuiku dan meminta maaf?”
Kutatap mata Jay, mencoba menyelami perasaannya, sama seperti dulu. Bokep Rusia Menjentikkan jemarinya memanggil saat aku tergopoh-gopoh memungut rokok mahalku sambil menggerutu. Air mata mulai membasahi dadaku yang terbuka. “Sebelum aku menjadi milik bule. Egois.”
Tuduhan itu membuatku terdiam. Jay bangkit berdiri dan menghampiriku. Chie. Si pemburu gadis-gadis perawan. Tertawa paling pahit yang pernah kudengar dari mulutku.Chie, sekarang sudah menjadi istri pengusaha kaya raya, dan bule. “Cukup segitu?”
Jay terdiam. “Bule? Bibirnya sedikit terbuka. Aku hanya tertawa saat kepalannya menyentuh lenganku. Jangan katakan lagi. Seandainya hal ini benar, mungkin pelabuhanmu sudah dekat di depan mata.Sementara aku pun akan tetap tenggelam dalam tarian jemariku di atas tuts-tuts mesin tik tua kesayanganku, dan gadis-gadisku tentu saja.




















