Sesampainya di cottage, aku langsung berjalan cepat kearah kamar Desi, aku lupa bahwa itu adalah kamar para perempuan, dan membuka pintunya… Terlihatlah didepan mataku pemandangan indah berupa kedua bukit kembar besar yang tertanam di kulit yang putih dan tubuh yang cukup proporsional, ya Emi. Novi pun sepertinya menerima saja perlakuanku kepadanya.“Ada apa sih? Bokeb Aku dan Emi tertidur sampai jam makan siang, itupun karena dibangunkan oleh Desi.“Makan oii, tidur mulu kerjaannya.” Kata Novi.“Makan? Pulang hari Minggu pun bapak nyetir lagi. Gawat gawat! Aku sangat terangsang melihat hal itu. Barusan juga makan.” Kataku bingung.“Pak James, Ini sudah jam 13.00, liat HP bapak kalo ga percaya.” Kata Novi.Saat kulihat jam di HP, betul juga sih jam 13.00. Apa boleh buat, aku merangkul pundaknya, dan menarik Emi ke pelukan dadaku.










