Dalam surat itu aku katakan: “Pa, Lia minta maaf, Lia sudah salah. Video bokep Akupun membalas surat itu. Rasanya hangat di dalam rahimku. Melihat ayahku terus membuka foto-fotoku, akupun bertanya: “Kenapa sih pa, dibuka-buka terus? Setelah aku lihat ternyata tidak ada. Sungguh di luar dugaanku. Foto-foto itu papa sudah copi di flasdisk papa.” Ya..ampun, wajahku benar-benar pucat. Kalau mau keluar, ia menarik keluar kelaminnya lalu semprotkan airnya di mukaku dan aku suka. Salah satu fotoku yang aku taruh di profil akun ini, dan di judul cerita ini. Ayahku terus menarik nafas sambil berkata:“Lia, papa sudah melamun tentang ini sejak kamu di SMU sayang…” hmmm…mendengar itu, seperti menambah dorongan birahiku, sehingga aku semakin bernafsu. Sepulangnya aku dari kampus, aku lihat surat itu sudah tidak ada. Setelah aku lihat ternyata tidak ada. Sambil memejamkan mata, perlahan-lahan aku menurunkan badanku, sambil tekan kelamin ayahku supaya masuk ke dalam vaginaku sampai amblas




















