Istriku tertawa menggodaku, aku pun ikut tertawa.Sampai dirumah, Nakim spt biasa membukakan pintu,menyambut kami dgn santunnya. Tangan Nakim menahan kepala istriku dgn kuatnya, desis dari mulut Nakim terdengar parau. Sex Bokep Tangan Nakim yg tadi membelai-belai paha istriku pun kini sudah mulai naik keatas, menuju daerah lembab di selangkangan.“enak ga,ma?”,tanyaku mesra.“uuh,papa jahat”,jwb istriku ditengah gairahnya. Namun karena jadwal kerjaku, aku tak bisa memenuhi undangannya.Dan terakhir kali kudengar, Nakim sudah beranak dua.Kusampaikan kabar baik itu ke istriku. Dan saat kami menemukan, kami berdua pun terbang bersama-sama, beberapa saat kami seperti lupa dan terus menikmati sampai akhirnya mereda.Kecupan kecil dikening istriku sudah jadi kbiasaan yg kulakukan tiap selesai bercinta.Perlahan ku turun dari tubuh istriku yg masih terkulai lelah.




















