“Pingin tahu rasanya?”, tanyanya dengan senyum menggoda dan menuju ke arahku. “Kenapa nggak mikir aku saja?”, tanyanya dengan senyum genit. Bokep Rusia Selesai mengemasi semua berkas dan catatan, kucoba berdiri dan memutar-mutar kepala untuk melemaskan otot leher dan punggung. Kubaringkan badanku disebelah kirinya dan kuhadapkan tubuhku kearahnya. Mbak..”. Seusai mengulang dan merubahnya hingga kurasa cukup, kuhentikan kegiatanku tersebut. Kuputuskan untuk bangun dan duduk termenung di kursi didalam kamar penginapan. Ini notanya kamar sudah aku bayar sampai malam ini, jadi besok kalau kamu keluar dari sini jangan kamu bayar lagi tapi kalau melanjutkan silakan bayar sendiri ya. Setiap hal penting yg muncul dari bayanganku kutulis dalam jurnal. Aku suka pemuda seperti itu, cuman terkadang cuekmu sangat keterlaluan. Aku masih cuek dengan keadaan sekelilingku tapi Indah agak gelisah dan mengeluhkan ajakanku ke kafetaria. Rupanya Indah punya pikiran yg sama denganku. Setiap baris rencana yg kucatat kubayangkan pula langkah-langkah kerja yg




















