Wah,cilaka…pikirku.. Sex Bokep Semenjak itu, Om Roby semakin menjadi-jadi dalam melecehkanku secara seksual.Karena hutang budiku padanya,aku pun tak bias berbuat apapun selain pasrah dengan perlakuan Om Roby. Aku memiliki pandangan bahwa semua pria adalah pendusta. Aku justru merasa terhina, karena k0ntol seorang pria yg bukan suamiku kini sedang menggesek-gesek pantatku yg masih tertutu rok itu. Aku pun menjadi ragu. Om Roby yg sedang duduk di belakang meja kerjanya menatapku dengan tatapan mesumnya, yg seolah menelanjangi tubuhku.“silahkan duduk”, katanya mempersilahkanku untuk duduk“Ada apa cah ayu?….dia bbertanya padaku dengan nada menggoda..Sambil menunduk, akupun pun mengatakan keperluanku pada Om Roby sambil terbata-bata…“Mmmaaaff Om, anak saya sedang sakitt kerass…Keringat dinginku mulai mengucur….Terus??? Pada saat ini, anaku, yg berusia 4 tahun kutitipkan pada neneknya di kota Y. Semakin lama iapun semakin berani untuk menjamah tubuhku yg lain. Seperti kesetanan ia melompat ke atas meja lalu membalikan tubuhku hingga terlentang di atas meja.




















