Dalam perjalan itu aku bertanya “Ramah kamu cantik, kok maunya kerjaan seperti ini ? Waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 Wibb Roni dengan sopan berpamitan sama aku. Bokep Arab Nanti sakit, inikan masih hujan…! Ramah menjawab ia, tapi dia udah mau pulang bang, abang datang ya ? Kalau kuceritakan kehidupan aku mungkin satu malam ini belum selesai. Mendengar jeritanku Roni merasa kasihan dan menghentikan aksinya sebentar. Ya…kutinggalkan setelah dapat kepastian mereka menginap di hotel tersebut.Sesampainya di simpang kampus Universitas Sumatera Utara (USU) aku berhenti di satu café kecil minum (TST) Teh Susu Terlor. sementara di dalam café pengunjung sepi ” inilah yang terlintas dalam benak penulis.Akhirnya penulis mencoba memberanikan diri menyapa gadis yang memakai baju warna putih tembus pandang.










