Tanpa bicara ia langsung menggelosor turun lalu keluar kamar. Gila! Bokep Lumayan untuk menambah gajiku yang hanya 200 ribu sebulan. Dengan berat hati aku pamit kepada teman-teman kostku dengan janji sekali waktu akan datang ke situ. Memek dan mulutku sampai seperti mati rasa setelah masing-masing memperoleh gilirannya yang ke-2 atau ke-3. Entah setiap cowok sudah berapa kali menyemprotkan spermanya ke liang nikmatku atau mulutku. gimana ya. Tak berdaya akhirnya aku harus melayani ke-20 orang cowok itu. Yang lain mendorong pintu hingga mereka semua sekarang masuk ke kamarku. Biasanya sekitar 5 anak patungan uang belanja, biasanya sisa uang belanja diberikan padaku. Rupanya mereka pun kasihan dan membantuku membersihkan diri.




















