Dalam hitungan menit aku mengalami shock kenikmatan. Bokep Live “Mbak, boleh minta rotinya!”, kataku dengan halus. Kurapatkan dadaku pada punggunya hingga bergesek. “Oh ya Tok, karena besok kamu sudah mulai bekerja, nanti malam aku akan menginap di Banjar Baru agar tidak mengganggumu. Terima kasih banyak ya mau menemanin aku.”, kata Iswani dan mencium pipiku. “Pingin tahu rasanya?”, tanyanya dengan senyum menggoda dan menuju ke arahku. Aku suka pemuda seperti itu, cuman terkadang cuekmu sangat keterlaluan. Sebuah cubitan langsung menancap di tangan kiriku. Kemungkinan-kemungkinan tidak kuperoleh data yang kuperlukan juga kucatat. emangnya kenapa Mbak?”, tanyaku
“Sudah jam berapa ini? Terkejut oleh ucapannya yang panjang dan mengagetkan aku hanya mengucapkan “Terima kasih banyak, Mbak”. “Mbak sudah benar, kalau Mbak bangun dan membantuku, bisa-bisa tambah kacau”, kataku sambil memikirkan pekerjaan yang akan kuhadapi besok.




















