Khususnya pada mata pelajaran matematika yang memang menjadi kegemaranku. Kemudian kami pun berpisah dan saya harus kuliah di luar kota sedangkan Endar juga berkuliah di kota lain. Bokeb Endar setuju saja, hal ini ditunjukkan dengan diangkatnya pantat untuk memudahkanku melepaskan pakaian yang tersisa.Begitu pakaian bagian bawah terlepas, segera tersembul bukit mungil di antara selangkangannya, rambutnya masih jarang, nyaris tak kelihatan. Kami tertidur untuk beberapa waktu.Begitu saya bangun, rupanya Endar sudah tak ada. Berhasil..! Berhasil..! Khususnya pada mata pelajaran matematika yang memang menjadi kegemaranku. Berkata jorok memang sering kami saling lakukan tetetapi hanya sebatas bicara saja. Akhirnya dalam hitungan detik muncul juga wajah si Endar ke dalam kamarku.Dalam waktu yang singkat itu, saya sempat meraih celana dalamku untuk menutupi kemaluanku.


















