Sejenak mereka berdua saling berpelukan dan berciuman. Mendadak Dian membuka lantai di bawahku. Bokep Ojol Bergegas aku segera turun dan kuperhatikan sejenak taxi telah menghilang di tikungan jalan. Kuperhatikan jam tanganku sudah menunjukkan pukul 23.45 tepat. Kamu kini budak kami. Teriakan mereka yang diselingi tawa senang kian menambah garang perlakuan mereka atas tubuh telanjangku. “Ouh.. Lina sendiri menciumi daging zakarku dan menjilat-jilat buas pelirku. Lampu menyorot kuat ke arahku. Kubaca dengan muak dan geram. Aku segera minta sama sopir taxi segera meluncur ke alamat yang dituju. Fans atau penggemar, apalagi wartawan itu adalah jalur yang tidak boleh kulawan. jangan.. ouhkk.. nikmat sekali. Bahkan cawat ini tidak lebih seperti secarik kain lentur yang membungkus zakar dan pelirku saja. Entah, di menit keberapa aku bertahan. “Ahkk..!†“Jangan macem-macem. “Auuhk.., jangan. aauhk.. Merampok dirimu. Gimana nih, kami mau kenalan lebih dekat lagi, juga foto-foto bersama atlet idola kami.




















